Skip to main content

PR AGENCY JAKARTA – Bicara reputasi, mari kita mulai dengan pertanyaan sederhana: Pernahkah Anda berpikir bagaimana sikap Anda saat makan malam dengan teman, berlibur bersama keluarga, atau sekadar meninggalkan rutinitas kantor? Seberapa sering Anda mengurus urusan pribadi dan secara tak terduga bertemu dengan seseorang yang Anda kenal?

Dalam perjalanan karier kita, kita semua berusaha keras untuk membangun dan menjaga reputasi profesional yang solid. Tapi, bagaimana jika tindakan kita sendiri tanpa sadar mulai mengikis reputasi yang telah kita bangun dengan susah payah itu?

Kredibilitas profesional dibentuk dari konsistensi perilaku kita sehari-hari, di setiap situasi, bahkan ketika kita merasa tak ada yang memperhatikan. Jangan salah, mata bisa saja tertuju pada kita: bisa jadi itu rekan kerja, pelanggan, atau bahkan atasan yang secara tidak sengaja kita temui.

Berikut adalah empat kesalahan umum yang sering tidak disadari tetapi dapat merusak reputasi kita:

  1. Jejak Digital di Media Sosial Media sosial adalah panggung dunia, dan apa yang kita bagikan bisa dilihat oleh semua orang, dari calon partner kerja hingga teman masa kecil. Menurut sebuah studi, 70% perusahaan melihat profil media sosial calon karyawannya. Komentar politik yang provokatif, opini yang tidak populer, atau bahkan kelebihan informasi pribadi dapat membahayakan reputasi kita. Jadi, sebelum membagikan sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: apakah ini informatif, mendidik, atau menginspirasi?
  2. Tidak Ada ‘Waktu Luang’ dalam Profesionalisme Memang benar kita semua membutuhkan waktu untuk bersantai. Namun, ingatlah bahwa mata bisa jadi sedang memperhatikan. Tindakan kita di luar jam kerja, seperti bersikap terlalu bebas saat happy hour, bisa membuat orang lain mempertanyakan keaslian profesional kita.
  3. Anda Tetap dalam Sorotan, Meskipun Bukan Bintang Utama Persepsi orang lain tentang Anda tidak hanya terbentuk saat Anda ‘di panggung’ atau berbicara di depan publik. Cara Anda berkomunikasi dalam keseharian, termasuk obrolan santai di kantor, juga membentuk gambaran tentang siapa Anda sebenarnya. Ingatlah bahwa 92% orang cenderung mengikuti rekomendasi dari orang lain, bahkan jika mereka tidak mengenal orang tersebut secara pribadi.
  4. Lebih dari Sekedar Kampanye: Ini adalah Gaya Hidup Dalam dunia yang terus terhubung ini, setiap tindakan kita bisa dilihat oleh seluruh dunia, dan ini langsung mempengaruhi peluang kita di masa depan. Reputasi profesional kita tidak berbeda dengan reputasi sebuah perusahaan besar. Menurut survei, 87% eksekutif menyatakan bahwa mengelola risiko reputasi adalah prioritas utama untuk keuntungan jangka panjang. Jadi, mengelola reputasi bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan sekali saja; kita harus secara konsisten menunjukkan perilaku yang membangun kepercayaan.

Reputasi dibangun bukan dengan mentalitas “lakukan apa yang saya katakan, bukan apa yang saya lakukan”, tetapi melalui konsistensi yang menjadi kunci utama kredibilitas kita.***

WeCreativez WhatsApp Support
Our Managing Director is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?