Skip to main content

PR AGENCY JAKARTA – Sebagai penulis di agensi PR, saya sudah lama terpesona oleh hubungan antara Public Relations (PR) dan optimasi mesin pencari (SEO). Meskipun banyak yang melihat PR dan SEO sebagai dua disiplin yang berbeda dan tidak terkait, kenyataannya, keduanya bisa saling mendukung dan memperkuat.

Apa itu SEO?

SEO, atau Search Engine Optimization, adalah teknik untuk meningkatkan kemungkinan konten merek mendapat peringkat tinggi dalam pencarian organik. Menurut Moz, SEO adalah “praktik yang dirancang untuk meningkatkan tampilan, posisi, dan kegunaan berbagai jenis konten dalam hasil pencarian organik.”

Gareth Cunningham, direktur SEO di Mod Op, menjelaskan bahwa strategi SEO harus mempertimbangkan tiga pilar: teknologi, konten, dan otoritas.

  1. Teknologi – Agar situs web sukses dalam hal SEO, situs tersebut harus ramah mesin pencari dan baik secara teknis.
  2. Konten – Merek harus memiliki konten yang relevan dengan maksud pencarian untuk meraih kesuksesan SEO.
  3. Otoritas – Pilar ketiga ini membutuhkan backlink otoritatif dengan struktur tautan internal yang benar.

Bagaimana PR Dapat Meningkatkan SEO?

Menurut Gareth, PR memiliki kemampuan luar biasa untuk memberikan dampak positif pada pilar otoritas. PR memvalidasi banyak hal yang disediakan atau dilakukan oleh setiap disiplin pemasaran lainnya. Dari perspektif SEO, ada banyak strategi di luar halaman yang bekerja sangat baik jika melibatkan PR.

Baik dan Buruknya Backlink

Dalam dunia SEO, backlink atau hyperlink yang mengarah kembali ke situs web suatu merek sangat penting. Beberapa backlink bagus dan meningkatkan peringkat situs web, sementara yang lain buruk dan bisa membuat Google atau mesin pencari lainnya menghukum konten.

Jenis backlink terbaik yang bisa dihasilkan oleh upaya PR dikenal sebagai “tautan editorial.” Tautan editorial adalah tautan yang diberikan secara editorial oleh pemilik situs web lain dan dianggap sangat berharga oleh Google.

Bisakah Tim PR “Mendapatkan” Backlink?

Banyak tim PR tidak bekerja untuk merek besar seperti Apple. Jadi, jika ingin mendapatkan backlink, kita harus memberikan alasan yang kuat. Liputan media yang diperoleh dengan baik cocok untuk backlink editorial, karena artikel-artikel ini biasanya menceritakan sebuah kisah. Ketika liputan mencakup narasi tentang suatu merek, jurnalis dapat memilih untuk menautkan kembali ke situs web merek tersebut untuk memberikan konteks lebih lanjut.

Namun, dalam PR, tautan tidak dijamin. Para profesional PR yang beretika biasanya enggan meminta tautan kepada jurnalis kecuali mereka tahu bahwa tautan tersebut akan memberikan nilai bagi pembaca. Jadi, meskipun strategi PR bisa meningkatkan SEO, membangun tautan tidak boleh menjadi satu-satunya alasan untuk berinvestasi dalam PR.

Mendapatkan Liputan Media Tanpa Backlink

Bagaimana jika mendapatkan liputan media tanpa backlink? Apakah ini tetap bermanfaat bagi SEO? Ternyata, ya. Mendapatkan liputan media tanpa backlink masih bisa menguntungkan SEO.

Liputan media yang luas, yang mencakup kata kunci target dan pesan dalam publikasi tingkat atas, dapat membantu meningkatkan visibilitas situs web merek untuk kata kunci atau istilah terkait tersebut. Mesin pencari kini lebih cerdas dan dapat menangkap hal-hal ini, memberikan nilai spesifik untuk merek yang tidak memanipulasi hasil mesin pencari.

Kesimpulan

PR dan SEO memang dua disiplin yang berbeda, tetapi ketika berbicara tentang otoritas dan visibilitas online, keduanya saling melengkapi. Seperti bidang pemasaran lainnya, jika Anda sudah menerapkan PR dan SEO secara terpisah, sekarang mungkin saatnya untuk menggabungkan keduanya dan mengeksplorasi nilai tambahan yang bisa mereka berikan bersama.***

WeCreativez WhatsApp Support
Our Managing Director is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?