Skip to main content

PR Agency Jakarta – Pernahkah Anda mendengar strategi pemboman data dan kucing mati? Benarkah taktik itu digunakan industri Public Relations (PR) untuk mengelabui media dan masyarakat?

Ternyata ada wajah tersembunyi industri Public Relations di mana PR Agency Jakarta coba mengulas kerahasiaan tersebut di dalam artikel berikut ini.

Lebih dari seabad yang lalu, sosiolog Georg Simmel berpendapat bahwa kerahasiaan adalah kunci dalam hubungan manusia.

Di era digital, rahasia ini telah menjadi senjata utama dalam industri PR, termasuk di PR Agency, PR Consultant, dan Public Affairs Consultant. Mereka ini adalah dalang di balik hubungan klien dengan masyarakat, media, dan regulator.

Media Relations: Seni menyembunyikan dan Menonjolkan

Di Inggris, praktik PR telah mempengaruhi akses publik terhadap informasi objektif. Tekanan finansial di industri jurnalisme hanya memperparah masalah ini, mengurangi kemampuan media untuk melakukan pelaporan investigasi.

Apa yang Tidak Anda lihat di Berita

Penelitian Anne M Cronin menyingkap sisi tersembunyi operasi PR. Ia mewawancarai profesional PR yang berusaha mempengaruhi media, dan berbicara dengan jurnalis, editor, dan aktivis yang ingin mengungkap kebenaran.

Teknik Halus dalam PR

Bom Data:

Menyembunyikan informasi penting di balik tumpukan materi tak penting. Ini membuat jurnalis kesulitan menemukan dan menganalisis informasi penting.

Kucing Mati dan Distraksi:

Mengalihkan perhatian publik dengan cerita menarik tapi tidak penting. Contohnya, klaim Boris Johnson tentang membuat model bus saat bersantai, yang ternyata strategi untuk menyembunyikan isu lain.

SEO:

Menggunakan kata kunci untuk menaikkan berita tertentu di hasil pencarian, mengaburkan berita yang merugikan.

Opini Publik Palsu:

Menciptakan kelompok yang tampak otentik tapi sebenarnya dioperasikan oleh PR untuk mempengaruhi opini publik.

Kerahasiaan dan Transparansi: Permainan Kekuasaan

Industri PR telah merubah cara kita memahami dinamika kekuasaan dan sosial. Dengan menyebarkan informasi yang tidak terhubung, PR menciptakan gambaran yang kabur tentang masyarakat.

Pergeseran antara kerahasiaan dan transparansi juga terjadi di tingkat yang lebih luas, dengan undang-undang yang mendukung kerahasiaan.

Kesimpulan: Menjadi Konsumen Media yang Kritis

Memahami praktik PR ini penting agar kita bisa lebih kritis terhadap berita dan memahami dinamika kekuasaan yang tersembunyi.***

WeCreativez WhatsApp Support
Our Managing Director is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?